[caption id="attachment_24406" align="aligncenter" width="506"]
ket Gambar : Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIH Cokroaminoto Pinrang menggelar aksi damai di depan Mall Pinrang. Senin (1/5/2017).[/caption]
PINRANG -- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIH Cokroaminoto Pinrang menggelar aksi damai di depan Mall Pinrang. Senin (1/5/2017).
Aksi tersebut dilakukan memperingati hari buruh sedunia, yang jatuh setiap tanggal 1 Mei atau biasa disebut May Day.Kendati tidak melakukan aksi bersama buruh, namun mahasiswa organisasi kemahasiswaan itu tetap menyuarakan aspirasinya untuk memperjuangkan hak-hak buruh.
Dalam orasinya, massa menilai saat ini penentuan upah buruh, tidak melibatkan buruh dalam menentukan nilai upah yang layak bagi buruh.
Hal itu diperparah dengan, penentuan upah yang disesuaikan dengan pertumbuhan perekonomian oleh pemerintah dan juga pemilik modal, bukan ditentukan oleh kebutuhan hidup buruh.
"Tidak kita pungkiri saat ini banyak serikat buruh yang malah melemahkan kaum buruh. Bahkan, peringatan May Day ini tidak lagi menjadi momentum perlawanan buruh untuk tentukan nasibnya sendiri, malah ada yang lakukan acara dangdutan atau perayaan seremonial dengan pemerintah Jokowi-JK" ungkap Korlap Aksi , Ari Ashari Syamril, Senin (1/5/2017).
Senada dengan itu, Ketua BEM STIH Cokroaminoto Pinrang,Husni Mubarak dalam orasinya pada 2016 silam, ribuan buruh harus dirumahkan karena krisis yang terjadi, dengan mengungkapkan bahwa Peraturan Pemerintah No. 78 Tahun 2015 harus ditinjau Ulang krena menjadi permasalahan bagi kesejahteraan buruh.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa Pemerintah harus lebih peka terhadap kondisi buruh, hentikan semua bentuk representatif dan diskriminalisasi buruh oleh aparat. Tentu ini tugas Jokowi-JK. Ungkapnya.
Dalam moment Hari Buruh ini, BEM STIH Cokroaminoto Pinrang juga menyinggung Aksi penggusuran Ikami Sulsel Asrama Latimojong di Bogor yang hingga kini belum mendapat penangangan lebih lanjut Oleh Bapak Syahrul Yasin Limpo.(*)
Penulis : Har/ Aidil
Editor : Abdoel

PINRANG -- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIH Cokroaminoto Pinrang menggelar aksi damai di depan Mall Pinrang. Senin (1/5/2017).
Aksi tersebut dilakukan memperingati hari buruh sedunia, yang jatuh setiap tanggal 1 Mei atau biasa disebut May Day.Kendati tidak melakukan aksi bersama buruh, namun mahasiswa organisasi kemahasiswaan itu tetap menyuarakan aspirasinya untuk memperjuangkan hak-hak buruh.
Dalam orasinya, massa menilai saat ini penentuan upah buruh, tidak melibatkan buruh dalam menentukan nilai upah yang layak bagi buruh.
Hal itu diperparah dengan, penentuan upah yang disesuaikan dengan pertumbuhan perekonomian oleh pemerintah dan juga pemilik modal, bukan ditentukan oleh kebutuhan hidup buruh.
"Tidak kita pungkiri saat ini banyak serikat buruh yang malah melemahkan kaum buruh. Bahkan, peringatan May Day ini tidak lagi menjadi momentum perlawanan buruh untuk tentukan nasibnya sendiri, malah ada yang lakukan acara dangdutan atau perayaan seremonial dengan pemerintah Jokowi-JK" ungkap Korlap Aksi , Ari Ashari Syamril, Senin (1/5/2017).
Senada dengan itu, Ketua BEM STIH Cokroaminoto Pinrang,Husni Mubarak dalam orasinya pada 2016 silam, ribuan buruh harus dirumahkan karena krisis yang terjadi, dengan mengungkapkan bahwa Peraturan Pemerintah No. 78 Tahun 2015 harus ditinjau Ulang krena menjadi permasalahan bagi kesejahteraan buruh.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa Pemerintah harus lebih peka terhadap kondisi buruh, hentikan semua bentuk representatif dan diskriminalisasi buruh oleh aparat. Tentu ini tugas Jokowi-JK. Ungkapnya.
Dalam moment Hari Buruh ini, BEM STIH Cokroaminoto Pinrang juga menyinggung Aksi penggusuran Ikami Sulsel Asrama Latimojong di Bogor yang hingga kini belum mendapat penangangan lebih lanjut Oleh Bapak Syahrul Yasin Limpo.(*)
Penulis : Har/ Aidil
Editor : Abdoel