Marak Pelangsiran BBM, Mahasiswa, Supir Truk, Petani Dan Nelayan Gelar Aksi Unjuk Rasa di Mapolres Pinrang -->

GOLD LIVE


Gold price by GoldBroker.com

HARGA CRYPTO HARI INI

SAHAM AKTIF HARI INI

seputar IHSG



Marak Pelangsiran BBM, Mahasiswa, Supir Truk, Petani Dan Nelayan Gelar Aksi Unjuk Rasa di Mapolres Pinrang

Jumat, 14 Agustus 2026

 


Marak Pelangsiran BBM, Mahasiswa, Supir Truk, Petani Dan Nelayan Gelar Aksi Unjuk Rasa di Mapolres Pinrang 


PINRANG — Gabungan masyarakat Kabupaten Pinrang yang terdiri dari mahasiswa, pemuda, petani, nelayan hingga sopir truk menyuarakan keresahan terkait kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis solar di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.


Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan sejumlah tuntutan kepada aparat penegak hukum dan pihak terkait untuk mengusut dugaan praktik pelangsiran serta penyalahgunaan BBM subsidi yang dinilai merugikan masyarakat kecil.


Muhammad Zainal Arifin selaku Jenderal Lapangan aksi mengatakan, BBM subsidi merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat kecil, khususnya petani yang membutuhkan solar untuk mesin pertanian, nelayan untuk melaut, serta sopir truk dan angkutan umum yang menggunakan kendaraan sebagai sumber mata pencaharian.



Menurut massa aksi, kelangkaan solar subsidi yang terjadi di sejumlah titik telah menyebabkan masyarakat harus mengantre dalam waktu lama di SPBU. Bahkan, mereka menyebut terdapat sopir yang terpaksa bermalam di sekitar SPBU demi mendapatkan pasokan solar.


Massa menilai kondisi tersebut perlu segera ditelusuri secara menyeluruh untuk memastikan apakah kelangkaan terjadi akibat persoalan distribusi, penyalahgunaan kuota, atau adanya praktik pelangsiran ilegal.


Dalam pernyataan sikapnya, massa juga menyinggung aktivitas pelangsiran BBM  subsidi dalam jumlah besar marak terjadi di kabupaten Pinrang 


Massa menyebut adanya informasi bahwa aktivitas tersebut diduga BBM subsidi di Pinrang dijual luar wilayah Pinrang. Namun, mereka meminta aparat penegak hukum melakukan penyelidikan dan memastikan kebenaran informasi tersebut berdasarkan alat bukti serta proses hukum yang berlaku.


Selain itu, massa juga menyoroti adanya dugaan keterlibatan oknum aparat dalam aktivitas tersebut. Mereka meminta seluruh informasi mengenai dugaan keterlibatan aparat diperiksa secara transparan oleh institusi yang berwenang.



Selain itu adapun beberapa Tuntutan Massa, Dalam aksi tersebut, gabungan mahasiswa, pemuda dan masyarakat Pinrang menyampaikan beberapa tuntutan 


"Meminta aparat penegak hukum menangkap dan memproses secara hukum berdasarkan hasil penyelidikan dan alat bukti yang sah ditemukan adanya tindak pidana terkait dugaan pelangsiran BBM subsidi. massa mendesak pemerintah, Pertamina dan aparat penegak hukum menjamin kelancaran pasokan solar subsidi bagi masyarakat yang berhak, khususnya petani, nelayan, sopir truk dan angkutan umum.


Massa berharap distribusi BBM subsidi dapat berjalan sesuai peruntukannya dan tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang mencari keuntungan dengan cara melanggar ketentuan.


Zainal Arifin menegaskan, pihaknya memberikan waktu 2 x 24 jam agar tuntutan tersebut mendapat respons dan tindak lanjut dari pihak terkait.


Jika tuntutan tersebut tidak mendapat tanggapan, massa menyatakan akan memperbesar jumlah peserta aksi serta mempertimbangkan penyampaian laporan resmi kepada Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri di Jakarta.


Massa menegaskan bahwa gerakan tersebut bertujuan mendorong transparansi, penegakan hukum dan perlindungan terhadap masyarakat kecil yang bergantung pada BBM subsidi untuk menjalankan aktivitas ekonomi sehari-hari.(Rls/har)


Yuk,, Buruan
advertisement
advertisement
-->