PMII Sulsel Luncurkan “PMII Membumi”, Gerakan Ekologi Libatkan Pemuda dan Pesantren
MAKASSAR — Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Provinsi Sulawesi Selatan resmi meluncurkan “PMII Membumi: Gerakan Ekologi Menjaga Bumi”, sebagai bagian dari upaya mendorong keterlibatan generasi muda dalam menjaga lingkungan dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
Grand launching program tersebut dikemas melalui dialog dalam program Bincang Komunitas yang disiarkan secara langsung Media Di Kota Makassar, Sabtu (15/8/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai unsur, di antaranya Direktur Eksekutif Daerah WALHI Sulawesi Selatan Muhammad Al Amin, PKC PMII Sulawesi Selatan Trigosal Ariadi, DPW PKB Sulawesi Selatan Muhammad Haekal, serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Sulawesi Selatan Kasman A. Abien.
Forum tersebut membahas berbagai persoalan ekologis yang terjadi di Sulawesi Selatan sekaligus mengulas peran pemerintah, masyarakat sipil, organisasi mahasiswa, komunitas, dan generasi muda dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
Dalam dialog, peserta juga menyoroti pentingnya keterlibatan generasi muda dalam merespons berbagai persoalan lingkungan yang dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat.
Ketua Fraksi PKB DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Zulfikar Limolang, turut hadir dan memberikan dukungan terhadap program lingkungan yang digagas PKC PMII Sulawesi Selatan.
Ia mendorong agar PMII Membumi tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu menghasilkan program yang memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Melalui program tersebut, PKC PMII Sulawesi Selatan mendorong agar isu ekologi menjadi bagian dari agenda gerakan mahasiswa. PMII Membumi direncanakan dilaksanakan di sejumlah kabupaten/kota di Sulawesi Selatan melalui berbagai kegiatan, seperti penanaman pohon, edukasi lingkungan, dialog ekologis, hingga aksi-aksi lingkungan yang melibatkan masyarakat dan pemuda.
PKC PMII Sulawesi Selatan menilai persoalan lingkungan membutuhkan keterlibatan lintas sektor. Pemerintah memiliki peran penting dalam penyusunan kebijakan dan pengelolaan lingkungan, sementara masyarakat sipil berperan dalam pengawasan serta advokasi.
Di sisi lain, pemuda dinilai memiliki posisi strategis melalui kegiatan edukasi, pengorganisasian masyarakat, kampanye lingkungan, serta aksi nyata di tingkat lokal.
Karena itu, PMII Membumi tidak diarahkan hanya sebagai gerakan penanaman pohon. Program tersebut dirancang untuk menghubungkan edukasi, pengorganisasian, advokasi, dan aksi lingkungan secara berkelanjutan.
Usai peluncuran, PKC PMII Sulawesi Selatan akan mengembangkan rangkaian kegiatan PMII Membumi di berbagai kabupaten/kota di Sulawesi Selatan. Pelaksanaan program juga akan menyasar pesantren-pesantren di Sulawesi Selatan dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan ekologis di masing-masing wilayah.
Program tersebut diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara organisasi mahasiswa, pemerintah, masyarakat sipil, komunitas, lembaga pendidikan, pesantren, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
PKC PMII Sulawesi Selatan berharap gerakan tersebut mampu memperkuat kesadaran generasi muda terhadap persoalan lingkungan sekaligus mendorong lahirnya aksi nyata di tengah masyarakat.
PMII Membumi menjadi langkah awal PKC PMII Sulawesi Selatan untuk menempatkan isu lingkungan sebagai bagian penting dari kerja gerakan mahasiswa. Bagi PMII, menjaga lingkungan bukan hanya persoalan ekologis, tetapi juga merupakan tanggung jawab sosial untuk memastikan keberlanjutan kehidupan generasi mendatang.(Rls/har)


