Loading......

Sukseskan Porda XVI 2018 Di Pinrang, KPP Buka Posko Pelayanan Pengaduan


Sukseskan Porda XVI 2018 Di Pinrang, KPP Buka Posko Pelayanan Pengaduan 


PINRANG,– Sebagai bentuk kepedulian dan sekaligus ikut berpartispasi dalam menyukseskan Porda 2018 di Kabupaten Pinrang, sejumlah tokoh dan pemerhati Olahraga di kabupaten Pinrang yang tergabung dalam Komunitas Pemerhati Porda (KPP) akan membuka Posko Pelayanan Pengaduan Porda 2018 Kabupaten Pinrang.

Dengan melibatkan sejumlah awak media cetak dan elektronik yang bertugas di wilayah Kabupaten Pinrang, rencananya Posko tersebut akan resmi dihadirkan atau dilaunching pada pertengahan Agustus nanti.

Ketua KPP, Muh. Nur dalam keterangannya kepada awak media, Minggu (5/8/2018) berharap, kehadiran posko pelayanan pengaduan itu nantinya akan membantu kontingen tamu atau daerah lainnya apabila memiliki permasalahan dalam hal pelayanan dan lainnya terkait pelaksanaan Porda 2018 di Kabupaten Pinrang.

“Kami harap, Posko ini bisa membantu para tamu kontingen daerah lain jika memiliki permasalahan terkait pelayanan pihak penyelenggara Porda 2018.

 Selain untuk kontingen tamu, kami juga tetap membuka kran pengaduan bagi kontingen Porda Pinrang sendiri, apalagi akhir-akhir ini, cukup banyak masalah yang mendera kontingen Cabor Pinrang.

 Jadi, silahkan sampaikan ke kami permasalahannya, dan kami siap sebagai jembatan untuk meneruskannya ke pihak panitia penyelenggara, termasuk Pemkab Pinrang, baik dalam bentuk lisan maupun pemberitaan di media melalui teman-teman Jurnalis.yang bergabung dalam KPP,” janji Muhammad Nur.

Adapun untuk lokasinya, kata Nur, posko ini mengambil tempat di Warkop Birleng. Selain karena posisinya yang cukup strategis di tengah kota dan berada di jalur poros trans Sulawesi, Warkop ini juga sudah cukup dikenal oleh masyarakat Pinrang sebagai tempat nongkrong atau Home Base dari teman-teman jurnalis yang bertugas di Kabupaten Pinrang.

“Masa kegiatannya cukup singkat, makanya kami membuka poskonya di warung kopi saja supaya lebih santai dan tidak terkesan formil karena ini juga hanya mengatasnamakan komunitas yang berfungsi sebagai penyambung lidah. Lokasinya cukup stategis sehingga tamu dari kontingen daerah lain tidak susah lagi untuk menemukan poskonya,” tutupnya. (Rls/Har*)

Posting Komentar

0 Komentar