Artikel Terbaru

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

SAHABAT NEWS : Cenning Rara, Ayat-Ayat Pemikat Hati Lawan Jenis dari Leluhur Bugis Makassar

[caption width="350" align="alignnone"]​Ket Gambar : Sumber Foto Wesbenbae Blogger​Ket Gambar : Sumber Foto Wesbenbae Blogger (Perempuan Bugis Yang melaksanakan tradisi Mappacci)[/caption]

KULTUR TRADISI – Baca-baca atau dalam bahasa Bugis dan Makassar disebut doang/paddoangngang. Istilah doang ini kerap merujuk kepada do’a yang digunakan untuk suatu tujuan tertentu yang biasanya disertai dengan syarat dan gerakan-gerakan tertentu pula, dengan menggunakan bahasa Bugis atau Makassar, bahasa Arab, atau gabungan keduanya. Baca-baca tersebut diwariskan oleh leluhur Bugis dan Makassar dari generasi ke generasi yang tergabung dalam satu “bundel” Pappaseng (wasiat/ajaran moral).

“Pappaseng adalah salah satu bentuk sastra lisan yang masih dihayati oleh masyarakat bugis yang merupakan warisan leluhur orang Bugis, diwariskan kepada satu generasi ke generasi berikutnya berisi bermacam-macam petuah yang dapat dijadikan pegangan dalam menghadapi berbagai masalah duniawi maupun ukhrawi,” tulis Syamsu Alam dalam buku ‘Manfaat Pappaseng Sastra Bugis dalam Kehidupan Bermasyarakat, (Makassar: Zamrud Nusantara, 2005).

Pada Kebudayaan Sulawesi selatan, warisan pappaseng dalam bentuk mantra atau do’a-do’a (baca-baca) digunakan dengan tujuan berbeda-beda. Cenning rara, misalnya, yang dalam khasanah kebudayaan masyarakat Bugis dan Makassar ditempatkan sebagai mantra pemikat lawan jenis.

Baca juga: Sejarah Cenning Rara
Kata Cenning rara biasa diartikan oleh masyarakat Sulawesi selatan sebagai “wajah manis”. Kata ‘cenning’ memiliki arti manis dimana dalam pengertian masyarakat Bugis, yaitu wajah yang terlihat manis dan menarik. Do’a yang digunakan tentu memiliki makna yang terkait pada hubungan cinta dan kasih sayang.

Bacaan mantra Cenning rara diwariskan oleh leluhur orang Bugis dan Makassar. Meski begitu, kekuatan mantra Cenning rara bisa berbeda-beda pada tiap orang, baik pengguna maupun objek/sasaran mantranya. Sebabnya, cara kerja mantra yang hendak masuk pada ranah psikis seseorang, jiwa mengenalinya sebagai getaran asing. Maka, yang dilakukan psikis seseorang pun sama dengan tubuh. Yakni menolak dan melawannya.

Jika psikis seseorang kuat, pengaruh mantra dapat ditolak untuk kemudian digagalkan. Namun, jika psikis orang itu lemah, akan terjadi hal sebaliknya, ia akan menerima tujuan mantra Cenning rara.

Lebih jauh, mantra Cenning rara akan bekerja jika lima unsur material (jasmani) dan metafisik penggerak cinta yang dimiliki manusia, tepat mengena unsur dominan dalam jiwa. Sebab setiap orang memiliki nilai dominan di antara unsur watak; unsur naluri, unsur rasio, unsur nafsu, dan unsur emosi. Salah satu unsur yang sangat dominan itulah yang pada akhirnya akan menentukan berpengaruh atau tidak baca-baca Cenning rara.(*)

Berikut ini bacaan mantra Cenning rara dalam bahasa Bugis dan Makassar:



Muhammad makkarawa, Ipatimang ikarawa 

Iyapa namanyameng nyawana.(sebut namanya), Ko iya’ naita mata. 

Barakka’ Kunfayakun 


Artinya:

Muhammad memegang

Fatimah dipegang

Jiwanya “…..” akan tenang

Jika saya yang dilihatnya.

Atas berkahnya….maka jadilah




Laku ba’ra ba’ra sai

ba’rana daeng sijalling

kuni jalling kuni toa

ku ni pasa’la rinringang

ata karaeng memmuji ngaseng
Anging lao anging rewe matuppu sepe-sepe

palettukengnga uddanikku lao ri … (sebut namanya)

narekko mattinroi teddurekka, marekko motoi obbirengnga

narekko ciyai lao, iya’pa lao
Kuniakkangi kuputara nyawanya … (sebut namanya)

kulle tau tau matanna mae ri nakke

nakkepa nacini natuju mata namasannang nyawana

namate’ne pa’mai’na

punna teai nacini, natuju mata mae ri nakke jappo atinna

hancuru bone kambuna

barakka.





Sumber : (GoSulsel.com).