Adi Saputra; Analogy Wortel, Telur dan Kopi.

Ils.

OPINI,-- Kehidupan adalah suatu perjalanan hidup yang tidak bisa dipisahkan dengan hal yang berkaitan dengan proses, tantangan, dan masalah. Tergantung dari manusia itu sendiri bagaimana dia menanggapi hal tersebut dengan bijak.

Terkadang ada beberapa manusia yang menanggapi sebuah masalah secara negatif bahwa masalah hanya datang untuk menjatuhkan, seakan tak ingin melihat manusia berada pada posisi aman dan tentram.

Namun semestinya manusia menanggapi sebuah masalah secara positif bahwa menganggap masalah adalah sebuah tantangan dan suatu proses yang nantinya akan membuat kita lebih matang, lebih dewasa, dan akan menghantarkan kita pada sebuah kebahagiaan.

Oleh karena itu, dalam tulisan ini saya akan memberikan sebuah analogy tentang wortel, telur, dan kopi sebagai tipe manusia dan air panas sebagai masalah. Bagaimana reaksi wortel, telur, dan kopi sebagai tipe manusia ketika dihadapkan dengan air panas sebagai masalah.

Pertama, Wortel (kalah).
  ini adalah tipe manusia yang lemah dimana awalnya dia kuat dan tegas namun ketika masalah atau air panas menghampirinya, dia menjadi lemah dan lunak, kalah dan kehilangan harapan, menyerah dan hilang semangat. Dia merasa berat dalam menghadapi masalah,  pasrah adalah sebuah solusi, membiarkan masalah itu reda dengan sendirinya.

Kedua, Telur (bertahan).
  Ini adalah tipe manusia yang mampu bertahan dimana awalnya dia rapuh dan lemah namun ketika masalah menghampirinya, dia malah mampu bertahan dari masalah yang akhirnya membuatnya matang, tegas, tegar dan tahan banting. Lari dari masalah bukanlah solusi, pasrah bukan jalan terbaik.

Ketiga, Kopi (menang).
  Ini adalah tipe manusia pemenang yang dimana masalah membuat dia belajar hal-hal baru, dia tumbuh bersama masalah dan membuat dunia disekelilingnya berubah menjadi lebih baik. Dia tahu bahwa berdiam diri dan lari dari masalah malah akan mendatangkan masalah baru.

 Setiap masalah yang datang dia akan selalu mencari solusi terbaik dan menganggap masalah adalah sebuah tantangan diri yang harus dituntaskan. Seakan dia mewarnai lingkungan bukan lingkungan yang mewarnainya, air tidak merubah warna bubuk kopi tersebut namun bubuk kopilah yang mewarnai air, dia mewarnai lingkungan bukan lingkungan yang mewarnainya.

Sebenarnya setiap manusia mampu menyelesaikan masalah dengan bijak, namun terkadang kondisi dan situasi yang tidak memungkinkan menjadikan manusia beranggapan tak dapat berbuat apa-apa. Manusia yang berada pada tipe lemah tak lain adalah manusia yang selalu memposisikan dirinya pada situasi dan kondisi.

Jika manusia selalu mengaitkan masalah dengan kondisi dan situasi dirinya maka tidak akan ada masalah yang mampu terselesaikan, ini hanyalah sebuah alasan bagi manusia dimana secara tidak sadar ini tidak membuatnya berkembang bahkan malah akan memperburuk diri manusia itu sendiri.


Penulis ; Adi Saputra / Kader PMII Cabang Pinrang