Diduga Gegara ‘Uang Panai’ Pria Asal Pinrang Di Tangkap Polisi

Diduga Gegara ‘Uang Panai’ Pria Asal Pinrang Di Tangkap Polisi

PINRANG — Sungguh tragis kisah cinta Muliati (38), warga Marana Kecamatan Lau Kabupaten Maros. Pasalnya, usaha kerasnya untuk bisa dipersunting kekasihnya yang bernama Saenong (38), seorang petani tambak asal Kampung Jampue Kecamatan Lanrisang Kabupaten Pinrang, malah buyar dan berujung penipuan.

Data yang diperoleh awak media, kejadian itu berawal saat Muliati ditelpon Saenong untuk datang ke Kampung Karangan Kecamatan Mattiro Bulu Kabupaten Pinrang membawa tambahan ‘Uang Panai’ buat Saenong untuk datang melamarnya. Korban yang percaya akan hal itu, kemudian meninggalkan Kabupaten Maros menuju Kabupaten Pinrang guna memenuhi panggilan pelaku,
dan selanjutnya ketemu di tempat yang disepakati pada hari Selasa
(19/2/2019) sekira pukul 16.30 Wita.

Setelah ketemu dan menerima bantuan ‘Uang Panai’ tersebut, Saenong pamit kepada Muliati untuk pergi mengambil Helm buat membonceng korban. Tapi tak disangka, ternyata Saenong tak kunjung kembali menjemput Muliati dan malah kabur menghilang bersama batuan uang panai yang telah diterimamya sebesar Rp6,8
juta. Merasa dirinya telah ditipu Saenong, korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polsek Mattiro Bulu Pinrang.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Resmob Satuan Reskrim Polres Pinrang yang dipimpin Bripka Aris, kemudian bergerak melakukan penyelidikan. Alhasil, pelaku akhirnya berhasil diringkus di rumahnya, di Kampung Jampue Kecamatan Lanrisang Kabupaten Pinrang, Sabtu (23/2/2019) sekira pukul 17.30 Wita.

Dihadapan petugas, Saenong mengakui perbuatannya tersebut yang telah menipu dan membawa lari uang milik korban.

Kapolres Pinrang, AKBP Bambang Suharyono melalui Kasat Reskrim, AKP Dharma Praditya Negara yang dikonfirmasi Minggu (24/2/2019), membenarkan adanya penangkapan terduga pelaku penipuan “Uang Panai” tersebut.

“Benar, terduga pelaku telah berhasil kita ringkus, dan selanjutnya telah kita serahkan ke Polsek Mattiro Bulu Pinrang guna menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut,” terang AKP Dharma Praditya Negara. (*/Rls)