Proses Hijrah, 27 Warga Binaan Rutan Pinrang Jalani Hapus Tato Gratis




 Proses Hijrah, 27 Warga Binaan Rutan Pinrang Jalani Hapus Tato Gratis


RUTAN PINRANG --- Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Pinrang Kemenkumham Sulsel kembali gelar hapus tato gratis bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui kerja sama dengan Masyarakat Hijrah Tanpa Nama (Mahtan) Sulawesi Selatan dan Jejaring Masjid Modern Darussalam Pinrang yang berlangsung di Aula Kunjungan Rutan Pinrang, Sabtu (5/3/2022).


Kegiatan ini diikuti 27 orang Warga Binaan. Terdiri atas 25 laki-laki dan dua wanita. 21 orang diantaranya merupakan peserta baru dan enam orang WBP menjalani treatment lanjutan.


Haryanto, selaku Koordinator Relawan Mahtan menyampaikan bahwa syarat utama mengikuti program hapus tato sangatlah muda, dengan berbekal setoran hafalan Surah Ar-rahman minimal 10 ayat dan negatif hasil pemeriksaan hepatitis dan HIV/AIDS sudah bisa menjalani penghapusan tato.


"Syarat utamanya harus setoran hafalan Surah Ar-rahman minimal 10 ayat untuk peserta baru, bagi peserta lanjutan biasanya lebih dari 10 ayat. Semata-mata, ini kami persyaratkan agar Warga Binaan memiliki motivasi untuk meningkatkan daya hafal Qurannya," terangnya.


Lebih lanjut, Haryanto juga membeberkan treatment-treatment yang dijalani oleh peserta hapus tato.


"Treatmen ini melalui tiga tahap, pertama kami anastesi dulu, baru didiamkan selama 5 menit. Kemudian proses laser, durasi waktunya sesuai dengan kedalaman tintanya. Terakhir, proses pendinginan dengan dioleskan es batu dan salep. Kami juga berikan beberapa obat antibiotik dan salep untuk rawatan lanjutannya," jelas Haryanto.


Sementara itu, Kepala Rutan Pinrang Kemenkumham Sulsel, Wahyu Trah Utomo, mengungkapkan, kegiatan hapus tato gratis merupakan program unggulan di Rutan Pinrang. Menurutnya, kegiatan ini banyak ditunggu-tunggu oleh Warga Binaan, bahkan peserta dari luar juga banyak mendaftarakan diri.


"Hapus tato gratis di Rutan Pinrang sudah menjadi program unggulan, kami sudah mulai tahun 2020, alhamdulillah tahun ini berlanjut, meskipun dalam keterbatasan dan protokol kesehatan yang ketat, awalnya kami usulkan juga untuk masyarakat umum, tapi karena status Kabupaten Pinrang masih dalam PPKM Level 3, maka bagi peserta luar ditunda untuk sementara," terangnya.


Wahyu, lelaki kelahiran Bangkalan ini juga menghimbau kepada 27 Warga Binaan yang mengikuti program hapus tato agar menjadi pribadi yang istikamah, teladan bagi sesama dan selalu berusaha berbuat baik.


"Saudara berada di tempat ini bukan berarti anda merugi, tetapi kerugian terbesar adalah ketika bebas nantinya, saudara tidak membawa perubahan positif," pungkas Wahyu.


Kontributor: Humas Rutan Pinrang.


Simak berikut video berita SNN.








Post a Comment

Lebih baru Lebih lama