-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita


Legislator RI Hj.Aliyah Mustika Ilham Buka Sosialisasi Pemberdayaan masyarakat Melalui (KIE) Obat Dan Makan Di Pinrang

Jumat, 11 November 2022 | November 11, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-11-11T08:43:22Z

 


Legislator RI Hj.Aliyah Mustika Ilham Buka Sosialisasi Pemberdayaan masyarakat Melalui (KIE) Obat Dan Makan Di Pinrang 




PINRANG,– Sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat terhadap produk pangan serta untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat memilik dan melindungi kesehatan.



 Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Makassar menggelar Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat melalui Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) Obat dan Makanan yang di buka langsung Legislator RI Hj. Aliyah Mustika Ilham.SE

Sosialisasi KIE menghadirkan Ratusan peserta dari seluruh komponen lintas sektoral, tokoh masyarakat, produsen, UMKM obat dan makanan, Digelar di Exotico cafe Pinrang jalan Jend Sudirman kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan (Sulsel).



Acara ini disambut baik masyarakat khususnya dari kalangan ibu-ibu rumah tangga. Dihadiri langsung Bupati Pinrang A.Irwan Hamid, A.Azizah Irma Anggota DPRD provinsi Sulawesi Selatan, Kadis kesehatan kabupaten Pinrang drg. Dyah Puspita Dewi serta narasumber dari BPOM Makassar Ibu Ana Adriani, S.Si Apt M.Si materi Obat tradisional  dan Dra.Andi Aisyah Hapid,Apt. Materi Memilih kosmetik Aman.



Hj, Auliah Mustika Ilham, Anggota DPR RI komisi IX, saat membuka acara menyebutkan, mengapresiasi atas kehadiran para peserta sosialisasi Pemberdayaan masyarakat melalui komunikasi informasi dan edukasi obat dan makanan di kabupaten Pinrang 



“Pangan yang aman, harus aman dari cemaran biologis, cemaran pisik, seperti ada stiker pada kemasan, cemaran kimia serta mengajak masyarakat meneliti melihat produk yang baik sesuai standar BPOM,” ungkapnya.


Hj, Aliyah Anggota DPR RI komisi IX menekankan, kegiatan semacam ini lebih sering dilakukan. Karena menyangkut hajat orang banyak, segala usia, tanpa pandang bulu dan pentingnya masyarakat mengetahui produk yang baik dan sesuai standar dari BPOM.



"Masyarakat sangat membutuhkan pendidikan semacam ini agar masyarakat mempunyai wawasan yang luas terkait makanan dan obat yang tidak layak konsumsi yang kian marak beredar di kalangan masyarakat, mengecek langsung produk produk yang akan di beli dikonsumsi,"terangnya 



Sebelumnya dalam paparan meteri Kepala Badan POM  Makassar melalui Ibu Ana Adriani, SSi Apt M.Si Obat tradisional bersama Dra Andi Aisyah Hapid,Apt. Dengan materi Memilih kosmetik Aman Mengatakan “Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan sosialisasi pemberdayaan masyarakat terhadap keamanan pangan yang bekerja sama dengan DPR-RI Komisi IX.

BPOM Makassar berkomitmen untuk mengawasi keseluruhan Kabupaten/Kota yang ada di Sulawesi Selatan yang bermitra dengan Dinas Kesehatan dan instansi terkait.



"saat ini masih banyak temuan produk-produk yang tidak terdaftar atau tanpa izin dan mengandung bahan berbahaya dan pihak BPOM bersama terkait dinas akan melakukan peningkatan pengawasan.



Lanjut kata dia “Produk berbahaya seperti obat-obatan yang mengandung zat berbahaya sering ditemukan di apotik obat, untuk makanan sering ditemukan di supermarket sedangkan kosmetik kecantikan pemutih masih banyak dijual tanpa izin dan mengandung zat yang membahayakan kesehatan, melalui sosialisasi Agar masyarakat mampu mengetahui informasi pengguna produk Yang baik dan benar,” ungkapnya.



Dia menambahkan, "Namun semua tidaklah mudah, dimana keterlibatan semua pemangku kepentingan menjadi penting dalam penanggulangan peredaran obat dan makanan. Kita sangat memerlukan campur tangan semua pihak dalam menanggulangi masalah tersebut,” bebernya.

Sementara itu A.Azizah Irma, Anggota DPRD provinsi Sulawesi Selatan mengapresiasi atas pelaksanaan Sosialisasi Pemberdayaan masyarakat Melalui (KIE) Obat Dan Makan BPOM dengan anggota DPR RI Hj. Aliyah Mustika Ilham di kabupaten Pinrang.



"Dengan adanya kegiatan ini diharapkan masyarakat bisa mengetahui langsung terkait penggunaan, pengelolaan dan mengkonsumsi produk yang sudah melalui standar BPOM,"pungkasnya 



Usai acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, antara peserta dilanjutkan dengan foto bersama.(Haris)



×
Berita Terbaru Update