Perkuat Kaderisasi, Kopri PMII Pinrang Gelar Sekolah Islam Gender -->

GOLD LIVE


Gold price by GoldBroker.com

HARGA CRYPTO HARI INI

SAHAM AKTIF HARI INI

seputar IHSG



Perkuat Kaderisasi, Kopri PMII Pinrang Gelar Sekolah Islam Gender

Senin, 07 Agustus 2023

 Kopri PMII Pinrang Adakan Sekolah Islam Gender, Kopri PMII Sulsel: Memahami Kesetaraan Gender.




   

PINRANG,-- Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri) PMII Pinrang adakan kegiatan Sekolah Kesetaraan Islam Gender atau Sekolah Islam Gender (SIG), pelaksanaan kegiatan berlangsung mulai tanggal  5 s/d 9 Agustus 2023). Pembukaan berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan kabupaten Pinrang.




Sekolah Islam Gender (SIG) merupakan proses kaderisasi yang harus diikuti kader-kader PMII, baik kader perempuan maupun kader laki laki-laki. Kegiatan SIG kali ini mengusung tema 'optimalisasi kesadaran sosial tanpa bias gender.' 




Pengurus Cabang (PC) Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri) Sul-sel, Sitti Maimuna dalam sambutannya, SIG bukan hanya diperuntukkan untuk perempuan, karna kegiatan ini menurut peraturan organisasi juga bisa diikuti oleh semua kader-kader PMII.




"Kaderisasi SIG harus tertanam menjadi kaderisasi kebutuhan bagi kader-kader PMII karena di dalamnya ada banyak pembahasan kompleks yang juga menjadi kebutuhan kader-kader PMII laki-laki atau perempuan," ungkapnya




Sementara itu Pengurus IKA PMII Pinrang  Abdul Haris menyampaikan, bahwa SIG merupakan kegiatan untuk mencetak kader-kader PMII agar mampu memahami kesetaraan gender serta pengaplikasiannya.




" Diharap mampu mencetak kader-kader PMII yang lebih paham lagi tentang gender, serta mampu mengaplikasikan kesetaraan gender dengan sebaik dan seadil mungkin di lingkungannya dan juga rayonnya masing-masing," Ungkapnya.




Selain itu, Haris juga mengungkapkan, bukan hanya pengaplikasian kesetaraan gender yang baik namun diharapkan mampu menjadikan kader-kader PMII sebagai insan yang aktif dan juga berpikir kritis terhadap segala bentuk kesenjangan, diskriminasi dan permasalahan yang muncul di kehidupan sehari-hari.  




Ia juga mengingatkan kepada peserta, bahwa intinya lebih kepada penguatan materi peserta dengan materi-materi yang sudah ditentukan, kemudian diaplikasikan dalam rencana tindak lanjut melalui kajian dan diskusi.(rls/har)


Yuk,, Buruan
advertisement
advertisement
-->