Tepis Alasan Absen Saat Musim Panen, SMKN 10 Pinrang Ubah Smartphone Guru Jadi "Ruang Kelas Digital" -->

GOLD LIVE


Gold price by GoldBroker.com

HARGA CRYPTO HARI INI

SAHAM AKTIF HARI INI

seputar IHSG



Tepis Alasan Absen Saat Musim Panen, SMKN 10 Pinrang Ubah Smartphone Guru Jadi "Ruang Kelas Digital"

Sabtu, 15 Agustus 2026

 Tepis Alasan Absen Saat Musim Panen, SMKN 10 Pinrang Ubah Smartphone Guru Jadi "Ruang Kelas Digital"



PINRANG, — Menghadapi tantangan realitas lokal di lingkungan sekolah, SMKN 10 Pinrang meluncurkan sebuah inovasi digital pembelajaran bertajuk SAGUSAVID (Satu Guru Satu Video Pembelajaran). Langkah transformatif yang diinisiasi oleh Kepala Sekolah, H. Alimuddin, S.Pd., M.Pd., bersama jajaran pendidik ini dirancang tidak hanya untuk menjawab tantangan era Society 5.0, tetapi juga hadir sebagai solusi nyata atas fenomena sosial siswa yang kerap berhalangan hadir di sekolah karena harus membantu orang tua mereka bekerja, khususnya saat musim panen tiba.



Melalui program SAGUSAVID, setiap guru dari berbagai disiplin ilmu—mulai dari mata pelajaran umum hingga keahlian kejuruan seperti Akuntansi, Perbankan, TKJ, TSM, hingga Penjas—diwajibkan memproduksi minimal satu media video pembelajaran interaktif. Video-video tersebut disesuaikan dengan materi kurikulum dan diunggah ke platform digital seperti YouTube maupun Google Classroom. 



Kehadiran media audio-visual ini memberikan fleksibilitas tinggi bagi para siswa, sehingga mereka yang terpaksa tidak masuk kelas saat membantu keluarga di sawah tetap dapat mengakses, mempelajari, dan mengulang materi pelajaran kapan saja dan di mana saja tanpa khawatir tertinggal pelajaran.



Implementasi inovasi ini diawali dengan analisis kebutuhan yang menunjukkan bahwa mayoritas guru telah memiliki smartphone mumpuni (95%) dan laptop (80%). Melalui pendampingan berkelanjutan dalam pemanfaatan aplikasi penyuntingan video sederhana seperti CapCut dan KineMaster, para pendidik berhasil mengasah kompetensi digital mereka.



 Hasilnya, bank media pembelajaran digital sekolah kini terus bertambah dan menjadi aset berharga yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dari tahun ke tahun.



Dampak dari penerapan SAGUSAVID sangat dirasakan oleh seluruh warga sekolah. Selain meningkatkan motivasi, fokus, dan pemahaman konsep siswa melalui tampilan audio-visual yang konkret, program ini juga mampu mendongkrak hasil belajar murid secara signifikan. 



Di sisi lain, bagi para guru, rekaman video pembelajaran menjadi sarana evaluasi mandiri (reflective teaching) untuk terus meningkatkan mutu dan gaya mengajar yang lebih bermakna, berkesadaran, serta menyenangkan.



Ke depan, pihak SMKN 10 Pinrang berkomitmen untuk terus mengembangkan program SAGUSAVID. Tidak hanya berhenti pada tahap rekaman proses pembelajaran di kelas, program ini akan ditingkatkan menuju pengembangan video pembelajaran interaktif guna makin memperkuat budaya digitalisasi pendidikan di lingkungan sekolah.(Rls/ald)

Yuk,, Buruan
advertisement
advertisement
-->