Warga di Pinrang Keluhkan Kelangkaan BBM di SPBU, Ada Apa Yaa,!


Warga di Pinrang Keluhkan Kelangkaan BBM di SPBU, Ada Apa Yaa,!

PINRANG,--Sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, mengalami kelangkaan bahan bakar minyak (BBM). 

Selama hampir tiga hari terakhir, sejumlah SPBU tampak tidak melayani pembeli khususnya BBM jenis Premium.

SPBU di Pinrang mengalami kelangkaan BBM sejak tiga hari terakhir salah satunya di SPBU Maccorawalie jalan bintang Kecamatan Watang Sawitto, membuat sejumlah masyarakat kesulitan melakukan pengisian bahan bakar kendaraannya.

Pasalnya Masyarakat merasa kecewa, karena justru BBM banyak terdapat pada sejumlah pedagang pengecer berjumlah puluhan yang berada di Pinrang.

“kami sebagai masyarakat tentunya bertanya kenapa akhir akhir ini
BBM selalu langka di SPBU, salah satunya BBM jenis premium. Ini sudah sering terjadi tanpa ada antisipasi pemerintah,"kata Adi Salah satu warga Pinrang, Kamis (20/12/2018)

Menurutnya, masyarakat di Pinrang mengeluh karena bensin yang terdapat di pedagang pengecer harganya tinggi, sekitar Rp10.000 hingga Rp.11.000 per lite.

“dimana Bensin eceran setiap botol yang ditakar pengecer sama dengan satu liter, harganya sangat membebani ekonomi masyarakat, sebagai masyarakat tentunya ada solusi dari kelangkaan BBM” katanya.

Tambahnya kata dia, kami juga menduga adanya penimbunan BBM  terjadi karena terdapat pengecer BBM yang menjual BBM dengan harga tinggi, sementara persediaan BBM di SPBU, sangat terbatas bahkan cepat habis.

“kami berharap kelangkaan BBM ini segera diatas, terutama pemerintah harus turun tangan di lapangan,” kata Ari, warga lainnya.

Ia berharap, berharap juga Kepada aparat berwajib menyelediki kelangkaan BBM di Pinrang. Jangan sampai telah terjadi praktek penimbunan BBM yang akan sangat merugikan masyarakat.

Sementara salah satu petugas SPBU saat di konfirmasi Mengatakan tidak mengetahui faktor penyebab kelangkaan BBM, "saya pak hanya Mengisi kendaraan, untuk kelangkaan BBM kami tidak tau apa penyebabnya,"ungkapnya (har)