Recent Posts

Contributors

Strategi Menghadapi Kelangkaan Masker dan Hand Sinitizer

Minggu, 22 Maret 2020
Ket gambar; Ines Fatikasari
(Mahasiswi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia)


JAKARTA,--Covid-19 lagi ?? Virus corona terkonfirmasi masuk Indonesia pada Senin, 2 Maret 2020. Kasus pertama virus corona di Tanah Air itu menimpa dua warga Depok usai kontak dengan seorang warga negara Jepang.

Tak lama usai pengumuman kabar tersebut, stok produk kesehatan, seperti masker dan hand sanitizer habis. Memasuki tiga bulan ini peyebaran virus Corona, Pemerintah Indonesia makin meningkatkan penjagaan di Bandara, Stasiu, Kantor-kantor hingga pusat perbelanjaan dengan pengecekan suhu tubuh yang mana batas normal ada pada suhu 370 , jika di atas itu maka yang bersangkutan harus segera periksa apakah positif atau negative menyidap Corona.

Meluasnya wabah virus Corona ini menimbulkan pro kontra dengan adanya acara-acara yang akan diselenggarakan menjadi batal atau hanya ditunda. Di pemerintahan acara baik undangan, rapat maupun audiensi saat ini off mengingat penyebaran virus menakut-nakuti masyarakat Indonesia dan dunia.

Sejak masuknya virus Corona di Indonesia, masyarakat dituntut untuk melindungi diri sendiri dengan menggunakan masker, hand Sinitizer hingga rutin mencuci tangan. Hal ini dilakukan untuk pencegahan dimulai dari diri sendiri.

Dua bahan ini yang menyebabkan masyarakat bertambah panik, resah, galau gulana karena kehabisan bahan pelindung dari Covid-19. Tidak sedikit orang berbondong-bondong membeli sebanyak-banyaknya masker dan hand sinitizer bahkan sembako untuk mereka timbun, entah untuk persiapan mereka stok di rumah bakal menghadapi libur panjang atau memang sengaja untuk kemudian dijual dengan harga selangit.

Masker dan Hand Sinitizer harganya melambung tinggi di pasaran. Sebagai gambaran, berdasarkan pantauan saya, harga masker di Pasar Pramuka dijual berkisar antara Rp 180.000 untuk yang termurah, serta paling tinggi Rp 1,1 juta per boks.

Biasanya, harga masker paling murah dibanderol Rp 15.000. Sedangkan harga masker merek N95 sebelum ada virus corona harganya hanya Rp 80.000.   

Beberapa pemerintah daerah mengambil langkah khusus untuk mengatasi kelangkaan masker. Misalnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Anies Baswedan yang menyiapkan produksi masker murah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, dan Perdagangan (KUKMP) DKI Jakarta Elizabeth Ratu Rante Allo menyampaikan, salah satu Usaha Kecil Menengah (UKM) tengah memproduksi masker sebanyak 1 juta unit. Kami sekarang lagi menunggu suplai baru yang sementara dikerjakan oleh masyarakat kami.

Karena di Jakarta sekarang ada produksi masker. Akan masuk 1 juta (unit),” katanya saat gelaran operasi pasar bersama Bulog di Jakarta, Rabu (18/3).

Sementara Pemerintah Kota Surabaya yang dipimpin Tri Rismaharini mengaku sudah menimbun masker secara diam-diam sejak Januari 2020. Pembelian dan penyetokan masker dilakukan sebelum ada kasus virus corona di Indonesia. 

Masker tersebut awalnya disiapkan bila warga Surabaya terdampak bencana seperti antisipasi letusan Gunung Kelud. Namun kemudian, stok masker tersebut dialihkan dan dipakai mengantisipasi dampak virus corona. "Begitu ada kejadian (virus corona mewabah) di Wuhan, China, saya langsung stok (masker). Saya enggak ngomong supaya warga enggak panik," ujar Risma saat ditemui di Unair, Surabaya, Selasa (5/3).

Kemudian untuk Hand sanitizer ini sebenarnya bisa dibuat sendiri dengan mudah dan hanya membutuhkan dua bahan saja. Menurut laporan The Verge, campuran isopropil alkohol 99 persen dan gel aloe vera murni merupakan formulasi paling sederhana yang bisa dibuat oleh siapapun. Berikut langkah-langkah pembuatan yang bisa dilakukan: Bahan: ⅔ isopropil alkohol 99% (200 ml),  ⅓ aloe vera gel murni (100 ml), Mangkuk, Botol plastic, Sendok, Corong.

Cara pembuatan: Campurkan isopropil alkohol dan aloe vera gel murni ke dalam mangkuk, Aduk dengan sendok sampai campuran merata, Masukkan ke dalam botol plastik dengan corong. Sebagai catatan, semua bahan dan cara pembuatan itu untuk takaran hand sanitizer 300 ml.

Jadi, bagi masyarakat yang saat ini belum juga mendapat bahan pelindung virus, tak usah panik, tak usah bersedih. Karena pemerintah kita sedang melakukan yang terbaik, sedang mencari jalan keluar untuk Indonesia dalam menghadapi masalah nasional kita ini Covid-19.

Jangan menimbun sembako karna banyak sekali merugikan masyarakat lain. Berbagi bersama supaya sama rata lebih indah. Masker pun sedang diusahakan, dan  hand sanitizer bisa kita buat sendiri di rumah. Tetap semangat untuk Indonesia Maju.

Ines Fatikasari
(Mahasiswi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KLIK CHANNEL YOUTUBE KAMI