Recent Posts

Contributors

Cegah Stunting, Bupati Launching Inovasi Program Kolase Pro Insting

Minggu, 27 September 2020

 

Cegah Stunting, Bupati Launching Inovasi Program Kolase Pro Insting


PINRANG,- - Bupati Pinrang Irwan Hamid melounching Konvergensi Lintas Sektor dan Program untuk Intervensi Stunting (Kolase Pro Insting), Kamis (24/9/2020) di Hotel MS. Lonching ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati. Kolase Pro Insting adalah inovasi dan terobosan kabupaten Pinrang dalam rangka pencegahan dan penurunan Stunting di Kabupaten Pinrang.


Launching ini dihadiri oleh seluruh stakeholder terkait. Tampak mendampingi Bupati, Ketua TP PKK Pinrang Andi Sri Widiyati Irwan, Kadis Kesehatan Pinrang dr Dyah Puspita Dewi dan Kepala Bappeda M Idris


Turut hadir beberapa Pimpinan OPD terkait, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Pinrang, para Camat dan para Kepala PKM, beberapa Lurah, Kades dan Kader Pembangunan Manusia (KPM). Hadir pula Tim Ahli dari PMD, Tim Teknis Intervensi Stunting Bappeda dan aparat Dinas Kesehatan.


Ketua Panitia dr. Amtsir Muhadi dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan launching dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 ini berjumlah 80 orang. Amtsir menyampaikan bahwa tujuan dilounchingnya Program ini adalah untuk mewujudkan enabling Environment (Lingkungan yang Kondusif) pada program pencegahan dan penurunan Stunting di Kabupaten Pinrang. Selain itu, lanjutnya Program ini menjadi dasar dan arah dalam penciptaan inovasi dan terobosan untuk mencegah dan menurunkan stunting di Kabupaten Pinrang.


Bupati Pinrang dalam sambutannya menilai program Kolase Pro Insting ini sangat penting. Bupati menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Pinrang melalui Dinas Kesehatan bersama dengan seluruh stakeholder dalam penanganan stunting menunjukkan hasil positif.


Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, Bupati menyampaikan bahwa prevalensi Stunting di Kabupaten Pinrang yaitu

43,6%, kemudian pada tahun 2019 berdasarkan hasil Survey Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) Prevalensi

Stunting di Kabupaten Pinrang menurun yakni 27,60%.


"Sedangkan Prevalensi Rate Stunting berdasarkan Entry Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat

(E-PPGBM) by name by address tahun 2019 Kabupaten Pinrang menurun menjadi 10,97 %, selanjutnya di tahun

2020 bulan februari menurun 9,40 % dan pada bulan Agustus 9,23%." Jelas Bupati.


Melihat penurunan angka stunting di Kabupaten Pinrang, Bupati berharap melalui program inovasi ini, angka stunting di Kabupaten Pinrang dapat lebih ditekan lagi.


"Alhamdulillah angka stunting dapat kita tekan. Tentunya ini sudah angka yang sangat baik. Kita berharap melalui program inovasi ini angka stunting dapat lebih tekan lagi" harap Bupati.


Pencegahan stunting, kata Bupati juga harus dilakukan dengan melalui intervensi gizi yang terpadu yakni Intervensi gizi spesifik dan gizi sensitive. Upaya percepatan pencegahan stunting akan lebih efektif, lanjut Bupati, apabila intervensi gizi spesifik dan sensitive dilakukan konvergensi yang membutuhkan secara keterpaduan proses perencanaan, penganggaran dan pemantauan program lintas sektor untuk secara memastikan tersedianya layanan intervensi kepada keluarga masyarakat terutama masyarakat miskin. Olehnya itu, Pencegahan stunting, lanjut Bupati memerlukan kerjasama lintas sektor.


"Pencegahan stunting memerlukan kerjasama dan koordinasi lintas sektor di seluruh tingkat pemerintahan, swasta, dan dunia usaha serta masyarakat. Untuk itulah hari ini kita akan Launching terobosan/inovasi Kolase Pro Insting ( Konvergensi Lintas Sektor & Program Untuk Intervensi Stunting)" kata Bupati.


Setelah launching,  dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Kepala Dinas Kesehatan Kab.Pinrang drg. Dyah Puspita Dewi, M.Kes tentang Perkembangan Program Pencegahan dan Penurunan Stunting di Kabupaten Pinrang


Selain itu Ketua TP PKK Kabupaten Pinrang , Andi Sri juga menyampaikan tentang keterlibatan PKK dalam pencegahan dan penurunan stunting di Kabupaten Pinrang.(rls)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KLIK CHANNEL YOUTUBE KAMI