Artikel Terbaru

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Melegenda, Indo Maslia Penenun Lipa Sabbe Dari Tanah Lero Suppa Pinrang


Melegenda, Indo Maslia Penenun Lipa Sabbe Dari Tanah Lero Suppa Pinrang


PINRANG,-- Indo Maslia, saat dijumpai di rumah tenun di desa Lero kecamatan Suppa kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan mengaku enggan meninggalkan pekerjaan yang sudah lama digelutinya sebagai pengrajin tenun lipa sabbe.


Indo maslia kerajinan yang digelutinya bersama Keluarganya sudah tergerus oleh perkembangan zaman di era moderenisasi seperti sekarang ini.


Bagaimana tidak Lihat saja di beberapa pusat perbelanjaan di kota-kota besar memilih menjual produk modern yang tentunya lebih diminati oleh masyarakat ketimbang barang tradisional.


Melihat hal tersebut Nanda Natsir owner Nanas Donuts bersama rombongannya Saat Berkunjung ke desa lero menceritakan sedikit kisah dari Indo Maslia Pembuatan penenunan Kain lipa sabbe khas masyarakat Bugis dan Mandar melalui akun media sosialnya Minggu 26 Juli 2020.


"Saya selalu kagum dengan para pengrajin lipa' sabbe...bukan cuma maha karyanya, tapi ada terpahat ketekunan di sana, kesunguhan, kecintaan dan kesetiaan menanti sang suami pulang dari Melaut. Hanya orang setia nan sabar yang mampu memintal benang sehelai demi sehelai .


Indo maslia ,,
Beliau adalah salah satu Pengrajin Lipa'sabe yang ada di Desa Lero. Sebagian besar di desa ini Mata pencaharian kepala keluarganya (suami) adalah melaut/nelayan. 


Dan dengan kesabaran sang istri dengan setia menunggu suami dengan menenun lipa' sabbe. Dengan alat manual super Sederhana. Mereka mampu membuat Sarung sabbe yang kualitasnya tidak kalah dr Buatan Mesin² canggih. πŸ’—


Sebagian masyarakat desa Lero ternyata sdh lama menggeluti dunia Tenun. Hanya saja mereka terkendala di pemasaran Krn blm mengerti Marketing Via sosmed.dan Belum Dikenal di masyarakat Luas.


Sehat²ki indo Maslia πŸ€—πŸ€ŽπŸ˜‡
Desa Lero Keren 😎,"


Diketahui Desa Lero kecamatan suppa Di Huni masyarakat yang didominasi Suku mandar sejak lama, dan beragam tradisi dan budaya tersimpan di desa tersebut yang  rata rata masyarakat bekerja sebagai pedagang dan Nelayan.(Har)