Artikel Terbaru

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Didampingi Fakultas Teknik Unhas Pesawat Haerul Di Buat Lebih Besar

 



Didampingi Fakultas Teknik Unhas Pesawat Haerul Di Buat Lebih Besar

PINRANG,--Pesawat jenis  Ultra Light milik Haerul Pemuda Pallameang, Kecamatan Mattiro Sompe, Kabupaten Pinrang didesain multi fungsi. Selain untuk olahraga Dirgantara, pesawat Ultralight ini bisa difungsikan kepentingan dalam bidang pertanian.  

Pesawat yang panjang sekitar 6 meter dan lebar body sekitar 1 meter, serta panjang sayap 8 meter ini mampu mengangkat berat hingga 200 kilo gram dan dapat dipergunakan untuk kepentingan pertanian, seperti pemupukan dan penyemprotan melalui udara.

Ketua Tim Pendampingan Pembuatan Pesawat Ultralight Haerul, Prof Nasaruddin Salam mengatakan pesawat ini pertama kali dibuat oleh Unhas yang sebelumnya hanya mengandalkan sebuah teori.

"Berkat Haerul, Unhas bisa membuat pesawat pertama kalinya, yang sebelumnya hanya teori yang diajarkan kepada mahasiwa," kata Prof Nasaruddin saat menyerahkan secara resmi pesawat itu kepada Haerul, Minggu (27/12).

Ia menyebut pesawat ini mampu terbang dengan kecepatan hingga 180 kilo meter per jam, atau jarak tempuh 1 jam dari Pinrang ke Makassar. Pesawat ini didesain multi fungsi.

"Selain untuk olahraga Dirgantara, pesawat Ultralight ini bisa digunakan kepentingan dalam bidang pertanian, seperti pemupukan atau penyemprotan hama lewat udara," jelasnya.

Nasaruddin menambahkan jika dua komponen pesawat yakni mesin (engine) dan sistem kontrol sudah ada, bisa dipastikan pesawat ini sudah bisa dilakukan uji coba terbang pada bulan Mei 2021 mendatang.

"Keunggulan pesawat ini, bisa menggunakan bahan bakar jenis Pertamax selain avtur. Karena BBM jenis Avtur  susah disini jadi kita desain menggunakan BBM Pertamax," ungkapnya.

Anggota Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Sulsel, Arham Salam mengatakan pesawat Haerul nantinya akan mendapatkan sertifikasi terbang dari Kementrian Perhubungan RI. Pihaknya hanya melakukan pengawasan dalam pembuatan hingga diterbangkan pesawat tersebut.

"Kita melakukan monitor dalam pembangunan pesawat hingga dikeluarkannya sertifikasi layak terbang. Untuk uji coba terbang nanti akan dilakukan langsung oleh penerbang ahli," ujarnya.

Sementara itu, Haerul mengharapkan pesawat ini nantinya dapat dipergunakan untuk kepentingan masyarakat umum, serta bagi pecinta olahraga penerbangan atau Dirgantara.

"Ya, semoga bermanfaat untuk kita semua. Terutama olah raga Dirgantara," singkatnya.(rls/)

Simak berikut videonya :



Video; Haris