Menunggu Nasib karyawan PDAM Pinrang, Gaji Tak Terbayar Hingga Tunggakan Rp.3 M

 



Menunggu Nasib karyawan PDAM Pinrang, Gaji Tak Terbayar Hingga Tunggakan Rp.3 M

PINRANG – Kondisi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Sawitto Pinrang sangat memprihatinkan saat ini. Sebagian besar gaji karyawan belum terbayarkan sejak 2015 lalu.

Hal itu diungkapkan Kepala Unit PDAM Mattiro Sompe, Hamdani Hasyim, Senin (08/03/2021).

“Karyawan tetap ada 50 orang. Honorer sekitar 10 orang. Jadi gaji karyawan yang belum terbayar sekitar 50 juta per orang,” bebernya menceritakan kondisi BUMD di Bumi Lasinrang itu.

Dia mengkhawatirkan nasibnya dan karyawan lain. Sehingga, sejumlah karyawan akan mempertanyakan hak dan status mereka ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pinrang selaku pemilik perusahaan, dalam waktu dekat ini.

“Kondisi PDAM saat ini sudah mati suri. Dan sudah tidak beroperasi mulai tahun 2018,” beber Hamdani.

Tidak hanya itu, suplai atau distribusi air bersih ke 6.000 pelanggan juga terhenti. Kondisi bisa teratasi. Jika tunggakan pelanggan yang nilainya hingga miliaran rupiah tertagih.

Kata Hamdani, tunggakan pembayaran paling banyak tidak dibayar oleh Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Setahu saya tunggakan pelanggan sekitar Rp3 miliar. Mereka tidak bayar mungkin karena sudah tidak jalannya lagi PDAM Pinrang,” tutupnya. (*)

Berita ini sudah diterbitkan, Sumber (lintasterkini.com) https://lintasterkini.com/09/03/2021/nasib-pdam-pinrang-dari-gaji-karyawan-tak-terbayar-hingga-tunggakan-rp3-m.html