Hari Pahlawan FKPA Pinrang, Aksi Cabut Paku di Pohon

 Hari Pahlawan FKPA Pinrang,  Aksi Cabut Paku di Pohon

Aksi cabut paku untuk menumbuhkan kesadaran terhadap lingkungan.


PINRANG,-Aksi untuk menjaga lingkungan digencarkan sejumlah elemen Pemuda yang tergabung Forum Kelompok Pecinta Alam Pinrang (FKPA) dan bekerjasama KPH Sawitto. Salah satu caranya dengan mencabut paku dan kawat yang tertancap di pohon di sepanjang jalan.Senin , 11 November 2021

Selama ini pohon dijadikan media untuk memasang spanduk dengan menggunakan paku. Aksi pencabutan paku ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Pahlawan yang biasa diperingati setiap 10 November. Upaya ini juga sebagai bagian clean action anak Muda Pinrang. Pahlawan sekarang ialah mereka yang berkarya menginspirasi dan inspirasi Negeri ialah mereka yang melestarikan lingkungan dan Inovasi karya nyata dalam semua bidang.



Ketua FKPA Sastra  para peserta dari beberapa Komunitas. Titik pencabutan paku berada di Jalan bintang, Senin, 11 Nov 2021.

"Kegiatan ini sebagai bukti komitmen masyarakat dan Pemuda menjaga bumi dan lingkungan,'' ujar Sastra. Sebab masalah lingkungan bukan hanya isu lokal melainkan internasional dan bahkan agama.

Dalam Alquran disebutkan kerusakan alam atau lingkungan karena ulah manusia. Sehingga harus ada insan peduli lingkungan maka lahirlah FKPA yang menggagas aksi pencabutan paku di pohon.

Targetnya, acara ini bukan hanya seremonial semata melainkan terus digiatkan dengan melibatkan masyarakat dan Pemuda sekitar. Sehingga semua elemen warga terlibat aktif dalam hal isu lingkungan.

Ali Topan Aktifis Lingkungan (Ketua Yayasan Masyarakat Peduli Pinrang), Setiap daerah kabupaten/kota , harus memiliki sekitar 30 persen ruang terbuka hijau (RTH). Di mana 20 persen dibangun pemerintah dan 10 persen oleh privat atau pribadi. Oleh karena itu apa yang harus dilakukan yakni menjaga pohon yang ada dan tumbuh,'' kata Ali Topan.

Aksi cabut paku atau kawatnya yang dilakukan, menjadi stimulans bagi warga kota untuk terus peduli lingkungan dengan bergerak ke sejumlah titik. Sebab paku yang ditancapkan di pohon akan menyakiti atau membunuh usia pohon dan harapannya aksi ini mendorong agar pohon tetap tumbuh.

"Kami juga berharap Kaloborasi Pemerintah dan Komunitas Pecinta Alam Pinrang sinergi kegiatan apakah itu rehabilitasi hutan dll. Sehingga anak Muda Pinrang juga andil menjaga dan merawat kelestarian alam ini,"pungkasnya.(Har/rls).

Simak berikut video berita SNN.











Post a Comment

Lebih baru Lebih lama