Recent Posts

Contributors

IPAC Sebut Pergeseran Pelaku Terorisme ke Kaum Perempuan

Kamis, 02 Mei 2019
IPAC Sebut Pergeseran Pelaku Terorisme ke Kaum Perempuan


NASIONAL,--Perempuan Indonesia dalan penelitian Institute for Policy Analysis of Conflict (IPAC) disebutkan tengah mengejar ketertinggalan 'berperan aktif' dalam gerakan ekstrimisme. Di sisi lain, posisi laki-laki yang semakin tidak strategis dalam 'amaliah' karena mudah dicurigai, papar Siti Hanifah dari The Asia Muslim Actor Network (AMAN).

"Jargon 'pemberdayaan perempuan' di hijack dengan menjadikan perempuan sebagai instrumen gerakan ekstrimisme. Selain sebagai aktor kunci mereka juga mengambil peran sebagai rekruter, pendidik, financing serta serta memproduksi teroris masa depan" jelas Hanifah.

Untuk itu, perlu antisipasi sejak dini mengenai potensi perempuan dalam kelompok radikalisme dan terorisme. "Meningkatkan 'critical thinking' agar mereka tidak mudah terprovokasi dengan narasi-narasi yang dibangun oleh ekstrimisme dengan baju agama. Memberikan pemahaman agama yang benar dan Islam yang rahmatan lil alamin untuk membangun ketahanan keluarga" terang Hanifah.

Menurut Aisyah Bafagih selaku Kapala Bidang Perempuan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Maluku Utara menyampaikan bahwa kegiatan dengan tema "perempuan agen perdamaian" adalah bentuk pelibatan perempuan dalam pencegahan faham radikalisme dan terorisme, khususnya di Maluku Utara. Kegiatan ini kita harapkan mampu meberikan pemahaman bagi para tokoh-tokoh perempuan se-Kota Ternate terkait ciri-ciri dan langka-langka dalam pencegahan faham radikalisme dan terorisme di wilayah maupun di lingkungan keluarga.

"Peran sosial perempuan harus dijadikan media untuk menyebarkan nilai-nilai perdamaian. Dimulai dari 'berdamai' dengan diri sendiri sehingga mampu 'mempengaruhi' keluarga untuk bersama melawan ekstrimisme" tutup Hanifah dalam kegiatan yang digelar di Hotel Dafam hari ini 02/05/2019.(map/Rls)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

FEED NEWS