Fakta Fakta Di Balik Hilangnya 7 Jenazah Covid-19 di Pemakaman Parepare

 


Fakta Fakta Di Balik Hilangnya Jenazah Covid-19 di Pemakaman Parepare

PAREPARE – Setelah melakukan penyelidikan kasus pembongkaran makam jenazah covid-19 di Parepare, polisi akhirnya menetapkan enam warga sebagai tersangka.

Penyelidikan itu dilakukan selama tiga hari. Setelah polisi menerima laporan tujuh makam jenazah covid-19 dibongkar di pemakaman Lemoe, Kecamatan Bacukiki, oleh orang tak dikenal, pada Jumat (12/03/2021).

Menurut Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes E Zulpan, para tersangka merupakan pihak keluarga jenazah. Keterangan mereka di depan polisi bervariatif. Ada yang memberi keterangan atas dasar amanah orang tua.

“Sebagian (pelaku) adalah keluarga jenazah. Motif pertama adalah, mereka mengaku itu dilakukan (ambil jenazah) karena amanah orang tua mereka sebelum meninggal. Yang katanya, seluruh anggota keluarga yang meninggal harus dikuburkan di pemakaman keluarga,” terang Kombes E Zulpan kepada lintasterkini, Minggu (14/03/2021).

Motif lain berikutnya, disebabkan faktor mimpi. Sehingga pelaku berani melakukan pembongkaran makam dan mengambil paksa jenazah keluarganya tersebut.

“Dalam mimpinya itu, mayat jenazah meminta dipindahkan jenazahnya,” ujar polisi berpangkat tiga bunga melati ini.

Kasus ini lanjut Komisaris Besar Polisi ini, tengah didalami penyidik Polres Parepare.

“Karena ini ancaman hukuman satu tahun empat bulan, pelaku tidak ditahan. Tapi kasusnya lanjut ke pengadilan. Mereka (pelaku) wajib lapor, dia harus memenuhi kewajibannya ketika diminta polisi untuk diperiksa,” sebut Kombes Pol E Zulpan.

Kombes Pol E Zulpan pun memberi klarifikasi, jika jumlah jenazah covid-19 yang hilang itu sebanyak tujuh. Tidak seperti yang diberitakan sebelumnya, disebut hanya tiga jenazah.

“Jadi update terakhir malam ini, tujuh jenazah yang hilang. Empat sudah ditemukan. Tiga yang belum,” tutupnya. (*)

Berita ini sudah dimuat di lintasterkini.com