Cetak Kader Militan, Ratusan Mahasiswa Makassar Ikuti Mapaba PMII

Cetak Kader Militan, Ratusan Mahasiswa Makassar Ikuti Mapaba PMII



MAKASSAR,--Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Islam Makassar (UIM) dan Komisariat Mega Rezky Cabang Metro Makassar kembali melakukan Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) Akbar Rabu, (15/12/2021).


Kegiatan yang dilaksanakan di Auditorium UIM dan baruga Benteng Somba Opu itu berlangsung dengan meriah yang menghadirkan sebanyak 500 peserta dari berbagai kampus di Kota Makassar.


Ketua umum PMII Komisariat UIM, Aswan, berharap peserta yang setelah ikut MAPABA akan terus menjaga nilai-nilai para leluhur serta mentransformasikan dalam tatanan kehidupannya sehari-hari.



“Saya berharap, MAPABA kali ini Kita mencetak kader yang betul-betul setia terhadap organisasi dalam situasi apapun, dan juga Kita berharap seluruh kader menjunjung tinggi nilai-nilai kebudayaan yang di titipkan pendahulu kita sebagai gerakan kita dalam melihat situasi sosial pada saat ini”, harapnya



Sementara itu, ketua umum PMII komisariat Mega Rezky, Andri Fernatubun, juga menyampaikan titik fokus utama harus mencerdaskan kader yang sudah di Mapaba. "Jadi titik fokus kami saat ini, pasca dari Mapaba kami akan terus melaksanakan diskusi dan terus menjaga ruang- ruang Intelktual”, ungkapnya.



Di sisi yang lain, Muhibuddin, yang juga merupakan Ketua Umum PMII Cabang Metro Makassar, juga mempertegas, bahwa Mapaba adalah langkah awal untuk seluruh orang yang ingin belajar bersama dengan PMII.



“MAPABA adalah bagian dari jenjang kaderisasi awal yang harus menjadi ruang konstruktif dalam membangun nalar kritis dan ideologis kader, bukan hanya sekedar itu, namun disini juga menjadi wahana memperkaya khazanah keilmuan serta penguatan spritualisme leluhur yang sarat akan makna dan nilai kehidupan”, tandasnya.



Mudin juga mengatakan, amalan para pendahulu itu harus selalu di gerakkan dan di jadikan sebagai jalan keluar ketika terjadi persoalan di bangsa ini.



“Selanjutnya amaliah An-Nahdliyah harus terus di rawat dan di gerakkan yang tidak hanya sekedar menjadi tradisi keagamaan tetapi haruslah sudah menjadi jawaban dalam menghadapi perubahan sosial serta kritik terhadap modernitas demi memutus mata rantai krisis ekologis dan iklim”, pungkasnya.(Rls).


Simak berikut video berita SNN.









Post a Comment

Lebih baru Lebih lama